Ringkasan dan Analisis Puisi Doa Karya Amir Hamzah

Last updated on August 23rd, 2020 at 08:03 pm

Tentang Puisi dan Penulis: Amir Hamzah adalah seorang penyair klasik Indonesia yang dilahirkan di Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara pada tanggal 28 Februari 1911 dengan nama lengkap Tengku Amir Hamzah Indera Putera sebagai seorang keluarga bangsawan. Beliau wafat di Kuala Begumit Sumatera Utara pada tanggal 20 Maret 1946.

Semasa hidupnya, AmirHamzah secara keseluruhan telah menghasilkan 160 karya sastra, di antaranya adalah 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 8 prosa liris asli dan 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa asli dan 1 prosa terjemahan. Karya-karyanya tercatat dalam kumpulan sajak Buah Rindu, Nyanyi Sunyi, Setanggi Timur dan terjemahan Baghawat Gita.

Puisi ini tidak memiliki tanggal yang jelas kapankah diterbitkannya puisi ini, mungkin puisi ini termasuk bagian dari puisi miliki Amir Hamzah yang tidak dia masukkan kedalam antologi ataupun tidak beliau terbitkan. Puisi ini bercerita mengenai hubungan seorang manusia yang sangat menyayangi tuhannya.

Ringkasan Puisi Doa Karya Amir Hamzah

Puisi ini tidak memberikan latar belakang yang jelas mengenai dimanakah tempat puisi ini dibacakan, tetapi keterangan waktu dari puisi ini adalah di malam hari dimana, bulan purnama telah naik ke atas dan terdapat angin malam yang berhembus lemah.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang memikirkan tentang kekasihnya, yang sangat ia cintai dan sangat puja-puja, ketika dia bertemu dengan kekasihnya yang tentunya sangat berkesan sehingga dia bertanya kepada kekasihnya dengan apa dia akan membandingkan pertemuannya dengan kekasihnya, yang sangat berarti baginya sehingga dia harus bertanya kepada kekasihnya mengenai hal tersebut.

Dia memikirkan kekasihnya tersebut di malam hari ketika senja mulai menghilang dan bulan akan bersinar menggantikan matahari yang telah seharian memberikan cahayanya seakan-akan bulan menghindari teriknya matahari di siang hari dan bersinar di malam hari.

Also Read:  Ringkasan dan Analisis Puisi Kepada Peminta-minta Karya Chairil Anwar

Dia berpikir mengenai kekasihnya di malam hari yang terdapat angin yang bertiup lemah yang membawakan perasaan sejuk bagi badannya yang membawa pikirannya melayang, membawa pikirannya ke kasihnya, yang sangat dia puja-pujakan dan sangat dia sayangi di dunia ini melebihi apapun yang ada di kehidupannya.

Hatinya terasa bersinar dan bersih mendengar kata-kata kekasihnya seperti ketika bintang yang mengeluarkan cahayanya yang sangat terang dan dapat menyinari apapun yang ada di depannya, dan itulah yang dirasakan oleh orang tersebut ketika dia mendengar kata-kata kekasihnya.

Hatinya selalu terbuka bagi kekasihnya untuk memberikan kasih sayangnya, dan hatinya terbuka seperti bunga sedap malam yang membuka kelopaknya selebar-lebarnya di malam hari untuk menangkap mangsa yang tertarik dengan aroma yang dikeluarkan dari bunga sedap malam tersebut.

Dia meminta kekasihnya untuk mengisi hatinya dengan kata-katanya yang sangat dia inginkan, memenuhi dadanya dengan cahaya-cahaya yang dikeluarkan oleh kekasihnya agar matanya dapat menunjukkan cahaya yang sendu, lemah, dan tidak bisa apa-apa, agar dirinya berbinar-binar sehingga dirinya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana dia sangat menyanyangi kekasihnya tersebut.


Analisis Singkat Puisi Doa Karya Amir Hamzah

Puisi ini mempunyai makna bagaimana seseorang yang disebut “aku” di dalam puisi ini menceritakan kasih sayangnya dan juga hubungannya dengan tuhan yang sudah dia anggap sebagai kekasihnya sendiri. Amir disini menggunakan tema penulisan yang romantis, dengan cara menggunakan kata kekasihku sebagai sebuah simbol dari orang yang sangat dicintai oleh tokoh utama di dalam puisi ini.

Makna dari kata kekasih disini adalah sebagai simbol dari tuhan, yang sangat dicintai dan dipuja-puja oleh tokoh utama di puisi ini yang terlihat memuja-muja dan dia mengungkapkan seberapa besar rasa cintanya bagi tuhannya yang telah membuat dirinya tenang, tidak merasa sendirian, dan membuatnya merasa beruntung dan sangat bersyukur telah menemukan tuhan yang dalam pandangannya sangat menyayanginya.

Also Read:  Ringkasan dan Analisis Puisi Dari Catatan Seorang Demonstran Karya Taufiq Ismail

Puisi ini menunjukkan bagaimana seorang hamba meminta tuhannya untuk memberikan cahaya dan kalam-kalamnya yang menjadi petunjuk dan membawanya ke arah yang benar, yang sejalan dengan apa yang diinginkan oleh tuhannya.

Amir Hamzah menulis puisi ini untuk menunjukkan betapa dia sangat mencintai tuhannya yang ditunjukkan di dalam puisi ini dengan menyamakan tuhan sebagai kekasihnya, yang sama-sama diberikan cinta oleh seseorang, tetapi Amir Hamzah dapat membedakan bagaimana cinta yang diberikan oleh seorang hamba kepada tuhannya dengan seseorang yang menyatakan cintanya kepada tuhannya dengan menggunakan kata-kata di dalam baris tersebut yang tidak akan disebutkan kepada orang yang kita cintai karena sangatlah tidak bermakna apa-apa walaupun Amir menuliskan puisi ini dengan gaya romantis. Puisi ini cocok untuk mengungkapkan bagaimana besarnya rasa cinta dari seorang hamba kepada tuhannya.

Gaya Bahasa Puisi Doa Karya Amir Hamzah

  • Majas Metafora

Metafora di puisi ini terdaapat di baris kelima dan keenam yang membandingkan angin yang dapat membawa pikiran dari tokoh utama di puisi ini ke arah tuhannya yang dimana tidak ada hubungan antara angin dan pikirannya yang dibawa oleh angin untuk memikirkan tuhannya.

  • Majas Personifikasi

Personifikasi di puisi ini ditunjukkan juga terdaapat di kalimat enam yang menunjukkan bagaimana angin membawa pikiran dari tokoh utama kepada tuhannya. Angin disini diberikan majas personifikasi karena angin tersebut diberikan kata kerja membawa, yang mana hanya bisa dilakukan oleh manusia.

  • Majas Hiperbola

Puisi ini juga menggunakan majas metafora di baris kelima yang dimana angin menyejuk badan, padahal pemakaian menyejuk badan itu merupakan suatu berlebihan, karena istilah tersebut dapat diganti dengan mendinginkan badan, yang sudah cukup untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Also Read:  Analisis Puisi Aku Berada Kembali Karya Chairil Anwar