Ringkasan dan Analisis Puisi Malam Karya Amir Hamzah

Tentang Puisi dan Penulis: Amir Hamzah adalah seorang penyair klasik Indonesia yang dilahirkan di Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara pada tanggal 28 Februari 1911 dengan nama lengkap Tengku Amir Hamzah Indera Putera sebagai seorang keluarga bangsawan. Beliau wafat di Kuala Begumit Sumatera Utara pada tanggal 20 Maret 1946 karena terbunuh dalam revolusi sosial yang terjadi pada tanggal 16 Maret 1946.

Semasa hidupnya, AmirHamzah secara keseluruhan telah menghasilkan 160 karya sastra, di antaranya adalah 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 8 prosa liris asli dan 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa asli dan 1 prosa terjemahan. Karya-karyanya tercatat dalam kumpulan sajak Buah Rindu, Nyanyi Sunyi, Setanggi Timur dan terjemahan Baghawat Gita.

Malam adalah puisi yang ditulis oleh Amir Hamzah dan diterbitkan pada tahun 1933 di dalam majalah sastra yang didirikan oleh beliau bersama Armijn Pane dan Sutan Takdir Alisjahbana yang bernama Poedjangga Baroe. Puisi ini menceritakan kerinduan seseorang terhadap kekasihnya

Ringkasan Puisi Malam Karya Amir Hamzah

Puisi ini tidak memiliki latar belakang yang jelas mengenai waktu dan tempat seorang tokoh di dalam puisi ini mengungkapkan kerinduannya yang sangat dalam terhadap seseorang yang sangat dicintainya. Puisi ini menggambarkan betapa rindu dirinya akan kekasihnya dengan mengumpamakan kerinduannya dengan segala sesuatu yang ada di alam.

Puisi ini bercerita bagaimana seseorang sangat merindukan kekasihnya yang baru saja datang dan bertemu dengannya. Ketika kekasihnya datang dihadapannya dia serta merta menengok kekasihnya, melihat kekasihnya mendekatinya dengan perlahan di bawah cahaya matahari yang membuatnya terlihat bersinar sambil menunduk dan melepas ikat rambutnya agar rambutnya terurai dengan indah dan kekasihnya mendongakkan kepalanya untuk melihatnya sehingga rambutnya bergoyang-goyan, yang membuatnya makin terlihat cantik, indah, dan bersinar di matanya.

Dia melihat kekasihnya yang datang menghampirinya dengan mata berbinar-binar karena dia sangat merindukan kekasihnya yang cantik, terlihat bersinar dan begitu indah seperti bunga melati. Kekasihnya dimatanya terlihat bersinar lemah, memberikannya rasa segar seperti terkena angin yang datang dari arah kekasihnya, membuatnya merasa nyaman melihat kekasihnya dan angin tersebut seperti berbolak-balik di sekitar dirinya, memberikannya rasa nyaman yang tidak berhenti-henti dan memuaskan rasa rindunya akan kekasihnya tersebut. Dia merasa dirinya hanyut dengan pandangan dan kedatangan kekasihnya yang begitu dia rindukan yang membuatnya melihat kekasihnya bersinar, begitu cantik dan indah, sehingga dia terhanyut dalam perasaan rindunya yang sudah sangat besar.

Also Read:  Ringkasan dan Analisis Puisi Prolog Beringin Tua Karya Bunga Hening Maulidina

Dia merasakan perasaan rindunya bergabung menjadi satu dengan perasaan cinta dan sayangnya terhadap kekasihnya yang juga sangat besar sehingga hatinya merasa menjadi sangat besar, tidak bisa menampung semua perasaan yang dia rasakan ketika dia melihat kekasihnya menghampirinya.

Dan semua perasaan yang dia rasakan itu hanya tertuju kepada kekasihnya yang datang menghampirinya, yang terlihat cantik, indah, bersinar dan menawan yang membuatnya membandingkan kekasihnya dengan matahari, yang juga memiliki cahaya, indah, bersinar dan juga menawan yang menyinari dunia setiap hari dan memberikan kehidupan bagi makhluk-makhluknya, yang juga dirasakan dirinya dengan kehadiran kekasihnya yang juga memberikan kehidupan baginya yang sangat dia rindukan.

Dia merasa perasaan rindunya akan kekasihnya tidak dapat dibendung lagi di dalam hatinya, yang pastinya membuatnya terlihat begitu merona dan begitu bahagia bisa bertemu dengan kekasihnya dan dia yakin bahwa kekasihnya pun pasti bisa merasakan perasaan yang sama seperti yang dia rasakan.

Perasaan rindunya akan kekasihnya pasti menyebar di sekelilingnya dan pasti dapat dirasakan oleh kekasihnya, yang pasti juga memiliki perasaan yang sama dengannya, dan juga dapat dirasakan oleh siapapun orangnya yang berada disana, yang akan merasakan bagaimana dia dan kekasihnya menyatukan rasa rindu menjadi sesuatu yang sangat besar dan tidak dibendung lagi oleh keduanya.


Perasaan rindu, bahagia, cinta dan sayang yang dia rasakan di dalam hatinya telah berkumpul menjadi satu menjadikan dirinya merasa nafsu birahinya muncul di dalam dirinya, yang hanya dia tujukan kepada kekasihnya yang menghampirinya. Nafsu birahi itupun membuat dirinya terlena, tergoda oleh kehadiran kekasihnya yang sangat dia rindukan, sehingga dia ingin menghabiskan waktu bersamanya.

Dan akhirnya kekasihnya telah berada di depannya dan dia memangku kekasihnya, dan memegang rambutnya, merasakan bagaimana rambut kekasihnya kusut dan tidak berseri-berseri yang membuatnya merasa kasihan kepadanya menumbuhkan rasa ingin melindungi dan merawat kekasihnya yang sangat dia cintai dan sayangi.

Also Read:  Ringkasan dan Analisis Puisi Karangan Bunga Karya Taufiq Ismail

Walaupun begitu, dia merasa sangat bahagia akan kedatangan kekasihnya, yang sekarang telah berada dipangkuannya, membuatnya dapat melampiaskan rasa rindunya selama ini, membuatnya dapat mengelus-elus rambutnya, menyentuh kekasihnya yang sangat dia rindukan, sehingga membuatnya dapat merasakan bagaimana rasa rindunya bergabung menjadi satu dengan rasa rindu kekasihnya akan dirinya yang bercampur menjadi satu, sehingga dia merasa seakan-akan dia terhimpit oleh rasa rindu yang mereka miliki.

Analisis Singkat Puisi Malam Karya Amir Hamzah

Amir Hamzah menulis puisi ini untuk menunjukkan bagaimana besarnya rasa rindu yang dirasakan oleh seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Amir Hamzah berhasil menunjukkan di dalam puisi ini bagaimana campur aduknya rasa yang dirasakan oleh seseorang ketika dia bertemu dengan kekasihnya dengan cara yang unik, yaitu dengan membuat berbagai macam perumpamaan dengan segala hal yang berbau alam dan juga dengan menggunakan diksi-diksi yang tidak umum, dan terkadang terlihat tidak begitu berhubungan dengan kata kerja yang digabungkan dengan kata benda dari alam untuk menyampaikan perasaan yang dirasakan oleh seseorang yang akan segera bertemu dengan kekasihnya yang sangat dia rindukan.

Puisi ini, jika dihayati lebih dalam, akan terasa sangat indah dan sangat penuh dengan keromantisan yang terselubung, dan perlu pemahaman yang sangat dalam untuk mengetahui maksud dari puisi ini, yang akan terasa sangat sesuai dengan apa yang dirasakan oleh seseorang yang sedang megalami kerinduan yang sangat dalam.

Amir Hamzah menulis puisi ini dengan gaya klasik yang dapat dilihat dari tema yang diangkat oleh puisi ini, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan hal yang romantis, seperti cinta, kerinduan, kasih sayang. Gaya klasik di dalam puisi ini juga dapat dilihat dari bagaimana Amir Hamzah menggunakan banyak perumpamaan, yang merupakan sebuah cara yang menunjukkan ciri-ciri khusus dari puisi bergaya klasik.

Also Read:  Ringkasan dan Analisis Puisi Herman Karya Sutardji Calzoum Bachri

Gaya Bahasa Puisi Malam Karya Amir Hamzah

  • Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan di dalam puisi ini adalah sudut pandang dari orang pertama, yang ditunjukkan dengan pemakaian akhiran “-ku” yang merujuk kepada kata “Aku” yang menunjukkan kepemilikan yang digunakan di baris pertama di bait terakhir yang dipadukan dengan kata “Adik” yang memiliki arti sebagai panggilan sayang darinya kepada kekasihnya menjadi “Adikku.”

  • Majas Hiperbola

Majas hiperbola didalam puisi ini terdapat dikeseluruhan bait keempat, yang menunjukkan bagaimana air yang beriak-riak, mengalir dan bercampur menjadi satu disamakan keindahannya dengan matahari, yang mana tidak memiliki hal yang berhubungan dan itupun merupakan hal yang indah walaupun tidak perlu menggunakan deskripsi yang sebegitu berlebihan.

  • Majas Personifikasi

Majas personifikasi di dalam puisi ini terdapat pada baris pertama bait pertama yang menyatakan bahwa daun berpaling kepada muka, yang mana tidak mungkin daun dapat berpaling dan juga di baris keempat juga di bait pertama, yang mengatakan bahwa kelapa melambai kepada bidai, yang tidak mungkin kelapa dapat melambai-melambaikan daunnya sendiri.